KUNGFU PANDA 3
Po (pengisi suara: Jack Black) adalah seekor panda gendut yang bekerja membantu
ayahnya yang
menjual mie, di sebuah desa di Lembah Kedamaian. Ia seekor panda
jenaka yang sangat tergila-gila dengan kungfu. Idolanya adalah Lima
Pendekar yang tinggal di kuil di puncak bukit. Disana, tinggallah Oogway
(pengisi suara: Randal Duk Kim), seekor kura-kura tua yang bijaksana,
sebagai ketua di perguruan kungfu itu. Juga ada Shifu (pengisi suara:
Dustin Hoffman), yang bertugas sebagai pelatih.
Kelima pendekar itu berlatih kepada Shifu setiap hari, tapi tetap saja
Shifu menganggap mereka belum terlalu serius berlatih. Tigress (Pengisi
Suara: Angelina Jollie) adalah harimau betina yang paling kuat dan
cantik
diantara semuanya. Lalu ada si ular Viper (pengisi suara: Lucy Liu)
yang paling lincah. Monkey (pengisi suara: Jackie Chan) yang lucu, si
burung bangau Crane (pengisi suara: David Cross) yang
anggun
dan Mantis (pengisi suara: Seth Rogen) si belalang yang lincah. Mereka
semua adalah idola Po. Ia berharap suatu saat nanti, dia akan bisa
bertemu dengan mereka.
Beberapa
waktu sebelumnya, ada seorang murid kung fu yang juga tinggal di
perguruan itu. Namanya Tai Lung (pengisi suara: Ian McShane), seekor
macan yang sangat tangguh dan ahli kungfu. Tapi dia diusir dari Lembah
itu dan dijebloskan ke dalam penjara, karena dia merusak seisi lembah
dan perguruan. Masalahnya hanya satu, dia sangat ingin untuk bisa
menjadi Pendekar Naga. Dan salah satu syarat untuk menjadi Pendekar Naga
adalah dengan memiliki sebuah gulungan kitab yang disimpan di
langit-langit aula. Tapi Master Oogway melihat kalau Tai Lung memiliki
sifat jahat dan menganggap kalau dia bukanlah Pendekar Naga sejati. Tai
Lung sangat marah dan berusaha mengambil paksa gulungan kitab itu. Tapi
Oogway berhasil mencegahnya dengan menotok jalan darah Tai Lung hingga
pingsan tak berdaya.
Belakangan, Oogway mendapat penglihatan kalau Tai Lung akan berhasil
bebas dari penjara dan kembali ke lembah. Karena ketakutan, Shifu
mengirim utusan untuk memberitahukan agar penjaga penjara
melipat-gandakan penjagaannya. Belakangan diketahui, kalau kedatangan
utusan Shifu itu malah membangunkan Tai Lung. Ia berhasil
mengobrak-abrik penjara itu dan mengirimkan kembali utusan Shifu untuk
menyampaikan pesan, bahwa ia akan segera sampai disana.
Begitu
mengetahui hal itu, Oogway memutuskan untuk segera menemukan sang
Pendekar Naga yang legendaris. Hanya dia saja yang mempu mengalahkan
kekuatan kungfu Tai Lung. Kelima Pendekar sudah sangat yakin, bahwa
salah seorang diantara merekalah yang ditakdirkan menjadi Pendekar
Naga. Tapi mereka salah, karena takdir menunjukkan kalau Po lah Pendekar
Naga sebenarnya.
Semua orang tidak percaya, apalagi Shifu. Dia menganggap Po adalah panda
gendut dan bodoh yang seumur hidupnya tidak pernah belajar kungfu. Dia
menganggap kalau pilihan Oogway sudah salah dan berniat menyingkirkan Po
secepatnya. Dia tidak ingin menggantungkan harapan pada seekor panda
yang bodoh seperti Po.
Tapi Po adalah panda yang tekun dan pantang menyerah. Bagaimanapun
dinginnya perlakuan Shifu dan Tigress kepadanya, dia tetap bertahan.
Apalagi Mantis, Monkey dan Viper cukup baik kepadanya.
Ketika
Shifu berkeras bahwa memilih Po sebagai Pendekar Naga adalah sebuah
kesalahan, Oogway mengatakan kalau Shifu hanya perlu membantunya saja.
Dia akan bisa menjadi Pendekar Naga yang sempurna, kalau Shifu mau
dengan tulus mengasihi dan mengajarinya. Setelah itu, Master Oogway
pergi meninggalkan dunia. Tinggallah Shifu seorang yang harus memutuskan
apakah ia akan tetap menyingkirkan Po, apalagi setelah Oogway tiada,
atau akan menuruti nasihat gurunya itu.
Shifu memutuskan untuk menuruti nasihan Oogway. Ia pun menerima
keberadaan Po sebagai seorang Pendekar Naga dan mulai melatihnya.
Membantu Po menghilangkan ketakutan dan rasa tidak percaya dirinya. Dan
yang paling terutama, ia sudah menemukan cara paling ampuh untuk
mendapatkan perhatian Po. Makanan. Dengan iming-iming makanan, Po
berhasil berlatih kungfu dengan cepat.
Mengetahui kalau Shifu sudah memilih Po sebagai Pendekar Naga, Kelima
Pendekar memutuskan untuk pergi sendiri menyongsong Tai Lung dan
membereskan masalah itu. Tapi ternyata, bahkan mereka berlima sekalipun,
bukanlah tandingan Tai Lung. Ia berhasil menotok mereka semua, meskipun
tidak sampai tewas dan mengirimkan mereka kembali ke perguruan. Po
menjadi sangat ketakutan. Bagaimana mungkin ia bisa menang melawan Tai
Lung, sedangkan Kelima Pendekar saja bisa dikalahkannya dengan mudah. Ia
sudah berniat mundur.
Sampai akhirnya Shifu memberitahukan tentang gulungan kitab Pendekar
Naga itu kepadanya. Gulungan kitab itu belum pernah dibuka oleh
siapapun. Hanya seorang Pendekar Naga lah yang berhak membukanya. Konon,
setiap orang yang berhasil membuka dan membaca isi kitab itu, seluruh
indra nya akan menjadi lebih sensitive. Ia akan bisa mendengar suara
alam dan memahami banyak hal dalam hidup ini. Dengan penuh semangat Po
membuka gulungan kitab itu dan membacanya. Ternyata, gulungan kitab itu
tidak berisi apa-apa. Kosong.
Keadaan itu membuat mereka menjadi putus asa dan yakin bahwa tidak ada
cara lagi untuk bisa selamat dari balas dendam Tai Lung. Shifu lalu
meminta mereka mengungsikan seluruh penduduk lembah ke tempat yang aman,
agar tidak menjadi korban kemarahan Tai Lung. Sementara itu, ia
memutuskan untuk tetap tinggal di perguruan dan menghadapi Tai Lung. Ia
akan berusaha menahannya sebisa mungkin untuk memberikan waktu bagi
mereka melarikan diri.
Dengan sedih mereka meninggalkan lembah itu, termasuk Po yang kembali ke
rumah ayahnya. Ketika itulah dia mendengar perkataan ayahnya yang
menurutnya sangat luar biasa. Ayahnya adalah seorang pedagang mie yang
warungnya selalu ramai. Ayahnya selalu mengatakan kalau ia memang
memiliki sebuah resep rahasia yang diwarisinya turun temurun. Resep
itulah yang membuat masakan mie nya selalu sedap. Tapi, ketika itu,
ayahnya membongkar rahasianya. Bahwa sebenarnya dia tidak memiliki resep
rahasia apapun. Alasannya, sesuatu yang istimewa itu tidak membutuhkan
resep rahasia apapun. Kau hanya perlu percaya. Kalau kau percaya bahwa
kau istimewa, maka kau akan menjadi istimewa. Demikian pula sebaliknya.
Saat itu juga Po langsung memahami makna dari gulungan kitab Pendekar
Naga yang kosong itu. Kitab itu kosong untuk memberikan tempat agar ia
bisa melihat pantulan dirinya sendiri di dalamnya. Gulungan Kitab
Pendekar Naga hanya bisa dibuka oleh Pendekar Naga sendiri. Dan ketika
ia membukanya, ia akan melihat wajahnya sendiri, sang Pendekar Naga.
Dengan keberanian baru, Po memutuskan untuk tidak jadi mengungsi dan
kembali ke perguruan.
Sementara itu, Tai Lung sudah berhasil sampai disana terlebih dahulu dan
bertemu dengan Shifu. Kemampuan kungfu Tai Lung sudah sangat berkembang
dan dalam waktu singkat saja ia berhasil mengalahkan Shifu. Tujuannya
hanya satu, ia ingin mendapatkan gulungan kitab Pendekar Naga yang dulu
gagal direbutnya. Betapa terkejutnya dia ketika melihat kalau gulungan
kitab itu sudah tidak berada di tempatnya lagi. Shifu mengatakan kalau
gulungan kitab itu sudah dibawa pergi oleh Sang Pendekar Naga dan Tai
Lung tidak akan bisa bertemu dengannya sampai kapanpun.

Tai
Lung sangat marah dan berniat membunuh Shifu ketika tiba-tiba Po muncul
di pintu gerbang dan mengalihkan perhatiannya. Dengan kondisi masih
ngos-ngosan karena baru menaiki ribuan anak tangga dari lembah menuju ke
perguruan, Po memperkenalkan diri sebagai sang Pendekar Naga. Tai Lung
tertawa dan melecehkannya. Seekor panda gendut yang mengaku-ngaku
sebagai Pendekar Naga tidak akan berhasil mengalahkan macan setangguh
dirinya. Tapi dia salah.
Po sudah belajar banyak dari latihan kungfu yang diberkan Shifu
kepadanya. Dia memang tidak sekuat Tai Lung dan semahir macan tutul itu
dalam jurus-jurus kungfu. Tapi ia adalah panda yang cerdik dan banyak
akal. Ada saja caranya untuk berhasil merebut kembali gulungan kitab itu
dari Tai Lung. Setelah pertarungan yang cederung lucu, akhirnya Tai
Lung berhasil merebut gulungan kitab itu dan membukanya. Betapa
terkejutnya dia ketika menyadari kalau gulungan kitab itu kosong. Dia
merasa segala usahanya selama ini sia-sia saja. Karena ternyata gulungan
kitab itu tidak berarti apa-apa.
Dengan kemarahan dia berusaha membunuh Po. Tapi semua pukulan dan
tendangannya itu tidak berhasil karena terhalang badan Po yang gendut.
Bukannya kesakitan, ia malah mengeluh kegelian seperti sedang
digelitiki. Tai Lung semakin berang. Tiba-tiba Po berhasil mengunci
jarinya dengan jurus “Jari Wuxi”, sebuah jurus yang mematikan tapi cukup
sulit. Tai Lung mengejeknya dan mengatakan kalau Po hanya menggertak.
Karena jurus itu adalah jurus yang sulit dan ia tak mungkin
mengetahuinya. Tapi ia salah. Po ternyata mengetahui jurus itu dan
berhasil mengalahkan Tai Lung.
Mengetahu bahwa Po berhasil mengalahkan Tai Lung seorang diri, Kelima
Pendekar menyembah kepadanya dan memanggilnya Master, sementara semua
penduduk lembah bersorak-sorai karena keberhasilannya. Saat itulah ia
teringat pada Master Shifu yang ditinggalkannya di perguruan. Ketika ia
kembali kesana, Shifu sedang terbaring di bawah pohon peach suci. Dia
kelelahan tapi masih hidup.
Shifu sangat senang ketika mengetahui kalau Po berhasil mengalahkan Tai
Lung. Ia senang karena menuruti nasihat gurunya dan ia senang akhirnya
bisa merasa damai lagi, setelah Tai Lung tak ada lagi. Mereka berdua
lalu berbaring di bawah pohon itu untuk sementara waktu.(2008)